Tampilkan postingan dengan label Kelistrikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelistrikan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 April 2014 - 04.46

Warna Kabel Pabrikan Motor

Warna kabel pada setiap pabrikan motor memiliki standart sendiri sendiri, artinya warna kabel yang dibuat oleh produsen masing masing pembuat kendaraan sepeda motor tidaklah sama. Mengapa dibuat seperti itu ?? Sebab hal ini akan mempermudah kita dalam melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan pada kendaraan nantinya. Selain itu juga agar tidak salah sambung, sebab setiap motor memiliki designer yang berbeda, pastinya sistem kelistrikannya pun berbeda pula. Hal ini juga merupakan rahasia tiap-tiap rancangannya agar tidak mudah untuk ditiru dan menyamakan antara sistem kelistrikan yang di buat oleh masing masing produsen kendarakan bermotor.
Di bawah ini kumpulan arti warna pada sistem kelistrikan motor anda :
1. HONDA

Hijau : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Aki
Hitam : (+) Kunci kontak
Putih : (+) Alternator pengisian (+) Lampu dekat
Kuning : (+) Arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) Lampu jauh
Abu-abu : (+) Flaser
Biru laut : (+) Sein kanan
Oranye : (+) Sein kiri
Coklat : (+) Lampu kota
Hitam-Merah : (+) Spul CDI
Hitam-Putih : (+) Kunci kontak
Hitam–Kuning : (+) Koil
Biru-Kuning : (+) Pulser CDI
Hijau-Kuning : (+) Lampu rem
 2. YAMAHA

Hitam : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Arus positif dari Aki
Kuning : (+) Lampu depan jauh
Hijau : (+) Lampu depan dekat
Coklat : (+) Sein kiri
Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)
Putih-Merah : (+) Pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) Rem
 
3.  KAWASAKI

Hitam-Kuning : (-) Masa
Putih-Merah : (+) Aki
Merah-Hitam : (+) Lampu depan jauh/dim
Merah-kuning : (+) Lampu depan dekat
Abu-abu : (+) Sein kanan
Hijau : (+) Sein kiri
Biru : (+) Lampu rem
Merah : (+) Lampu belakang
Coklat : (+) Klakson
 4. SUZUKI

Hitam-Putih : (-) Massa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) Pengisian dari magnet
Kuning-putih : (+) Untuk ke penerangan
Merah : (+) Aki
Oranye : (+) Kunci kontak
Abu-abu : (+) Lampu belakang
Putih-Hitam : (+) Lampu rem
Hijau muda : (+) Sein kanan
Hitam : (+) Sein kiri
Kuning-putih : (+) Lampu depan
Putih–Biru : (+) Koil ke CDI
Biru-Kuning : (+) Pulser ke CDI
Gambar di bawah ini merupakan gambar susunan arti tiap pin pada CDI motor :


Jumat, 28 Maret 2014 - 17.35

Memeriksa Baterai

Baterai merupakan bagian dari kelistrikan mesin. Kelistrikan mesin pada sistem kelistrikan mobil digunakan untuk menghidupkan mesin dan menjaga agar mesin dapat tetap hidup. Baterai berfungsi untuk menyediakan sejumlah arus kepada komponen kelistrikan motor seperti motor, lampu-lampu dan sebagainya.
Pemeriksaan baterai yang masih terpasang pada mobil pemeriksaan electrolite (air aki) dapat dilakukan dengan menggoyangkan body kendaraan dan ini akan terlihat tinggi air akinya. Bila anda akan menambah air aki, diisi cukup sampai tanda “upper” saja dan jangan diisi berlebihan.
Pemeriksaan baterai (aki) dilakukan secara visual, dan bila perlu baterai diperiksa secara keseluruhan dengan terlebih dahulu baterai dilepaskan dari mobil untuk dibersihkan. Berhati-hati waktu menangani pekerjaan ini, dan usahakan  agar air aki tidak menetes pada bagian body kendaraan, sebab akan merusak cat. Tutuplah fender dengan pelindung.
PEMERIKSAAN BATERAI
  1. Lepaskan kabel negatif (massa) terlebih dahulu, kemudian lepaskan kabel positifnya. Bila kabel positif   dilepaskan terlebih dahulu akan terjadi percikan api, dan bila kunci pas yang digunakan menyentuh terminal atau body. Berhati-hati melepaskan kabel agar tidak merusak terminal, kendorkan mur pengikat kleman terlebih dahulu, kemudian tarik kabelnya ke atas.
  2. Angkat kotak baterai tegak lurus ke atas, dan jangan miring sebab elektrolit akan mengalir keluar. Bila anda membawa baterai posisikan kedua tangan dibawah kotak baterai.
  3. Karat pada terminal baterai. Bila terminal baterai berkarat bersihkan dengan air hangat, kemudian terminalnya diamplas atau disikat.
  4. Baterai yang rusak dan bocor tidak dapat diperbaiki lagi dan harus diganti baru.
  5. Pengikat klem baterai yang kendor atau berkarat terutama pada kabel starter yang berhubungan dengan baterai dan kabel massa kemungkinan perlu diperbaiki dan dibersihkan.
  6. Dudukkan baterai (tempat pemasangan baterai yang terdapat pada ruang mesin) bila keadaannya berkarat dan rusak perlu segera diperbaiki.
BAGIAN BAGIAN YANG DIPERIKSA PADA BATERAI
  1. Periksa Kotak Baterai : Bersihkan kotak baterai periksa bagian atas, samping dan bawah kotak.
  2. Periksa jumlah/volume electrolite : Letakan baterai pada tempat yang rata dan periksa volumenya electrolite pada batas Upper dan lower. Apabila kurang tambahkan dengan air suling
  3. Periksa lubang penguapan pada tutup: Dengan menggunakan tekanan udara kompresor tiupkan udara pada lubang penguapan udar
  4. Periksa berat jenis/BJ  electrolite : Dengan menggunakan Hydrometer periksalah BJ electrolite, normal 1.260-1.280 pada suhu 25o C perbedaan setiap sel < dari 0.025
  5. Periksa terminal/pole baterai: : Bersihkan terminal baterai dari kotoran maupun minyak/vat dengan air hangat (bila perlu) kemudian gosoklah dengan amplas
  6. Periksa tegangan baterai : Dengan menggunakan baterai tester atau multi tester periksalah tegangan baterai (teg.bat 12.6 volt max.)
Catatan:
Jangan mengetes baterai dengan menghubungkan terminal positip & negatip baterai dengan menggunakan logam/kabel
Setelah penambahan air aki dengan air suling hidupkan mesin beberapa saat, baru kemudian periksa  BJ nya